Rabu, 20 Oktober 2010

Sidang Paripurna Tidak Bahas Perombakan Kabinet
Antara
Antara - 1 jam 4 menit lalu

* Kirim
* Kirim via YM
* Cetak

[Sidang Paripurna Tidak Bahas Perombakan Kabinet] Sidang Paripurna Tidak Bahas Perombakan Kabinet

Jakarta (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Kamis 21 Oktober 2010 akan menggelar sidang kabinet paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, namun bukan untuk mengevaluasi kinerja para menteri.

Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, mengatakan sidang kabinet paripurna yang akan dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono dan seluruh menteri Kabinet Indonesia Bersatu itu adalah rapat rutin biasa yang digelar sepekan sekali oleh Presiden.

"Rapat kabinet yang diselenggarakan di Bogor itu adalah yang sesungguhnya rutin diselenggarakan secara periodik," ujarnya.

Menurut Julian, sidang kabinet paripurna itu akan membahas semua bidang mencakup politik, hukum dan keamanan, perekonomian serta kesejahteraan rakyat.

Rapat tersebut, lanjut dia, juga untuk melihat serta mengevaluasi kinerja dari masing-masing bidang kementerian.

"Rapat untuk membahas program-program yang telah dibicarakan dan tidak ada pembicaraan soal `reshuffle` untuk kabinet paripurna," katanya.

Julian pun membantah kunjungan Wakil Presiden Boediono ke China sengaja dipercepat demi menghadiri rapat kabinet tersebut.

Menurut dia, Boediono yang berangkat ke China pada Senin 18 Oktober 2010 itu memang sudah dijadwalkan berada lagi di Tanah Air pada Kamis 21 Oktober 2010.

"Sidang kabinet paripurna sangat penting. Ini melibatkan semua bidang dan lazimnya Wapres hadir dan memang agenda beliau juga sudah kembali ke Tanah Air," kata Julian.

Menurut dia, sampai saat ini belum ada agenda dari Presiden Yudhoyono untuk mengumumkan perombakan kabinet.

Minggu, 17 Oktober 2010

UN

Kelulusan UN 10 SMP di NTT Nol Persen

Hasil ujian nasional (UN) pada 10 dari 691 SLTP di Nusa Tenggara Timur (NTT) amat memprihatinkan karena mencapai nol persen. Kenyataan itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Nusa Tenggara Timur (NTT), Thobias Uly di Kupang, Senin (22/6). Sekolah-sekolah yang meraih hasil nol persen adalah SMP Terbuka Amfoang Utara, SMP Trisakti, SMP Fatuleu, SMP Satu Atap Oelamasi di Kabupaten Kupang. Selain itu, SMP Kihajar Dewantara di Kota Kupang, SMP Satu Atap Hunga di Rote Ndao, SMP Terbuka Solor Barat di Flores Timur, SMP satu atap Bajawa Utara di Kabupaten Ngada, SMP Swasta Demulaka di Sumba Barat, dan SMP Ketewel.

Menurut dia, sekolah-sekolah tersebut rata-rata berada di daerah terpencil dengan jumlah guru yang minim. Satu orang guru harus bisa mengajarkan siswa di empat kelas. Karena itu, katanya, penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) 2010 mendatang, pemerintah masih memprioritaskan pada tenaga guru, untuk memenuhi kebutuhan guru sampai ke daerah-daerah terpencil.
Bagi 10 sekolah tersebut, kata Uly, akan diberikan pembinaan dan meminta kepada kepala daerah setempat untuk mengambil langkah-langkah antisipatif agar persentase kelulusan nol persen tidak terulang di masa datang.
Menurut Uly, walaupun terdapat 10 sekolah yang nol persen, namun 99 dari 691 sekolah tersebut meraih hasil maksimal, 100 persen. Sekolah yang menempati rangking pertama, yakni SMP Kristen Mercusuar dengan nilai rata-rata 34,11, SMPN Rote Bara Daya nilai 33,18, SMP Seminari Kisol dengan nilai 32,53, SMP Seminari Yohanes Berkmans Mataloko dengan nilai 32 dan SMP Sinar Pancasila Betun dengan nilai 31,71.
Selain itu, ada siswa yang memperoleh nilai tertinggi dengan mendapat nilai matematika sepuluh. “Bagi sekolah dan siswa yang mendapat hasil terbaik, bupati/walikota setempat harus memberikan apresiasi, sedang bagi sekolah yang nol persen akan terus diberikan pembinaan,” ujarnya.